11/01/12

Jakarta

Betapa rindunya aku sore ini dengan kota kelahiranku.
Ibukota Indonesia, tempat tujuan para perantau.
Ah, rindu rasanya pelukan dari orang tuaku dan senda gurau kakak-kakakku yang lucu dan ramah.
Jakarta, rindu ramainya, rindu suaranya, rindu macetnya, rindu malamnya.

Apakah wajahmu masih sama seperti dulu?
Apakah kau berubah?
Atau aku yang berubah?
Jakarta, lampu-lampunya yang cerah, gedung-gedungnya yang megah, tidak lupa wajah-wajahnya yang resah.

Aku rindu Jakarta sore ini, pasti ibu sedang memasak, ayah sedang dijalan pulang, dan kakak-kakakku masih berkutat dengan pekerjaan mereka di kantor.
Matahari memang tak pernah terlihat dari rumah, tapi hangatnya selalu terasa.

10/01/12

Arti Hidup

Kadang kita gak tau apa sebenarnya yang kita cari dalam kehidupan. Kesuksesan? Cinta? Atau akhirat? Manusia diciptakan sangat berbeda-beda, kembar identik pun pasti ada bedanya. Haha, jangan diambil terlalu serius, ini cuma tulisan iseng dan murahan yang ditulis oleh pria galau tengah malam yang bingung mau ngapain setelah ditinggal kekasihnya *curhat.

Back to the topic, apa sih yang lo, gw, kalian, dan mereka cari dalam kehidupan? Beberapa ada yang berkata, "Udahlah, jalanin aja hidup. Apapun rasanya, itu cuma sekali". Gak peduli buat apapun lo hidup, jalanin aja. Well, it sounds simple. Tapi gak akan simpel ketika lo tau betapa jalannya hidup itu gak pernah rata kayak jalanan di pinggiran Jakarta, gak pernah sama rasanya setiap detik kayak lo mengkonsumsi magic mushroom. Mungkin bahasa gaulnya orang-orang tipe beginian disebutnya orang "Let it flow". Karena pasti kalo ditanya, jawabnya "Let it flow aja coy", haha. Memang sesekali kita perlu ngerasain yang beginian. Emak gw mungkin salah satu orang tipe beginian nih, beliau berkata bahwa hidup jangan ambil pusing coy, jalanin aja yang penting bahagia, asik. Gw belajar banyak dari beliau, selain karena beliau agak sekuler, hidup beliau itu lancar-lancar aja. Kagak pernah yang namanya sakit hati ditinggal pacar *curhat. By the way, tujuan akhir dari hidup (menurut orang-orang let it flow) mungkin adalah kesuksesan. Yap, jalanin hidup apa adanya, bahagia, dan sebisa mungkin gapai kesuksesan. Wah, asik ya? Tapi kadang yang beginian kalo udah kena yang namanya nikmat sesaat bakalan berabe urusannya. Narkoba, pergaulan bebas, dan lainnya sangat mudah menjerat orang-orang beginian nih. Tapi slowjoy (slow dan enjoy), lo pasti tau kan batasan-batasan yang bener. Nah mungkin itu yang bisa jadi tameng lo kalo lo milih jalan ini.

Ada lagi yang bilang kalo hidup itu untuk cinta. Ngutip kata-kata paman ane, John Lennon ketika beliau masih hidup dan aktif nge-band, dia berkata, "All you need is love", asik gak tuh, haha. Pokoknya apa-apa dikaitin sama cinta dah. Orang ngasi lo hadiah, lo balik ngasi hadiah, atas dasar cinta, asik, haha. Pokoknya hidup berasa indah banget, gak ada yang namanya prasangka buruk. Hidup kayak begini pasti kita pernah kita rasakan, ketika sama kekasih, sama pasangan kita, sama keluarga atau bahkan sama temen-temen. Rasanya asik, lepas gitu aja, karena lo tau, ada dan banyak orang yang cinta dan sayang sama lo. Tapi jeleknya nih, yang beginian seringkali ngerasain yang namanya sakit coy. Sakit hati contohnya *curhat. Lo jadi gampang kecewa coy, ditinggal pacar nangis *curhat, ditinggal temen ngambek, ditinggal orang tua jadi memble, haha. Orang beginian mungkin gw sebut pacifista aja kali ya, kalo salah maaf ya. Kita sebetulnya butuh banyak orang yang begini ini, pasti dunia damai deh kalo banyak orang yang merasa bahwa di dunia itu lo cuma perlu cinta, asik. Bayangin aja kalo ada temen lo yang baru jadian, pasti ada yang namanya PJ (Pajak Jadian) kan? Lo pasti sering nagih kan? Haha, ketauan kan lo anak kost bege, kagak punya duit akhir bulan minta PJ sama temen *curhat. Nah, sekarang bayangin kalo tiap hari ada PJ, wah, isi dompet awet coy, haha. Gw mungkin termasuk jenis ini nih, karena gw sering bingung, kenapa ya orang kok bisa jahat sama orang lain? Gw selalu berpikir kalo semua manusia itu baik, setidaknya ada lah sisi baiknya. Kenapa gitu harus nyakitin yang lain? Tapi yang perlu lo waspadai sebenarnya adalah realita itu sendiri. Lo harus sadar (padahal gw sendiri gak sadar-sadar) kalo dunia itu gak sebaik yang lo pikir, dunia itu keras coy, asik. Semua orang punya kepentingan yang mungkin harus mengorbankan atau memakan kepentingan lo biar kepentingannya bisa tercapai.

Yang terakhir itu jenis para ulama, haha, yang percaya bahwa hidup itu cuma kedai coy, lo cuma masuk, mesen minuman, trus lo lanjut lagi ke akhirat. Orang kayak beginian gak punya rasa khawatir, bener deh. Coba lo tanya ustad-ustad atau temen lo yang punya komuk (muka) mirip sajadah, haha, becanda. Misalkan dia dapet sial, pasti jawabnya, "Semua ada jalannya" atau "Itu rencana Tuhan", haha. Sebetulnya gw gak mau panjang-panjang nulis yang tipe ini, tapi berhubung gw baru baca bukunya Karen Armstrong yang judulnya A History of God, gw jadi mau komentar banyak. Jeleknya nih ya, orang macem gini tuh sering kena sial, dan gak mau ngelaporin. Kenapa gitu? Sering banget nih gw nemuin orang macem gini, misalkan dia kehilangan handphone, dia gak mau lapor ke petugas yang berwajib, setidaknya satpam atau siapalah gitu, pasti nanti bilangnya, "Biarlah, nanti biar dibales sama yang diatas". Nah kan, siapa pula yang diatas? Tukang genteng? Kalo ada beginian gimana mau maju coba Indonesia? Makan gaji buta dong petugas keamanan? Mungkin bokap gw adalah contoh yang bagus dari tipe ini. Beliau religius coy, tapi gak pernah maksa anaknya buat ngikutin dia, haha, maklum keluarga gw keluarga liberal, apa-apa bebas. Beliau sering bilang jangan suka mendendam, karena nanti udah ada jatah pembalasan sama yang diatas. Gw nangkep maksud bokap gw, tapi seiring zaman, gw menemukan teori konspirasi bahwa kehadiran Tuhan itu cuma untuk menghilangkan kekhawatiran kita aja atas sesuatu yang kita tidak mengerti. Mungkinkah begitu? Mungkin juga tidak.

Well, itulah sedikit cuap-cuap yang mungkin bisa gw share di malam yang galau ini. Coba lo pikir, lo kasi tau gw kalo ada yang salah. Apa sih sebenernya yang kita cari dalam kehidupan? Sukses? Cinta? Akhirat? Atau ketiganya? Atau lo bahkan punya teori lain? Haha. Good nite! :)

26/12/11

A Princess and A Gypsy Boy

Suatu hari di sebuah kerajaan yang entah berantah tinggal seorang putri raja yang cantik jelita. Sang putri sangat dekat dengan ayahnya sang raja, sang raja juga sangat menyayangi putrinya. Suatu ketika, sang raja menyuruh abdi kerajaan untuk mengajarkan sang putri berkuda. Sang putri harus bisa berkuda agar ia bisa berjalan-jalan dengan cepat kemanapun, memudahkannya berkeliling kerajaan dan mengenal rakyatnya.

Satu-dua hari sang putri diajarkan dasar-dasar berkuda, hingga akhirnya ia mahir dan dapat berkuda sendiri. Sang putri sering kali berkuda ke tengah hutan, karena sepi dan sunyi. Arus sungai yang jernih dan suara burung yang merdu juga menjadi alasan bagi sang putri untuk bermain ke tengah hutan. Hingga suatu hari ketika sang putri tengah berkuda, ia melihat segerombolan gypsy berkemah di hutan. Sang putri sangat tertarik dengan gerombolan gypsy ini. Mereka berbicara sangat cepat dan gerak-gerik mereka aneh, tidak seperti orang biasanya. Sang putri menganggap ini sebagai hal yang lucu dan tidak berbahaya. Ia pun mendekati gerombolan gypsy ini, dan berkenalan dengan mereka.

Tanpa disadari, sang putri tertarik dengan salah satu dari mereka. Dan mereka pun menjalin hubungan yang istimewa. Setiap kali sang putri berkuda ke tengah hutan, lelaki gypsy ini memperkenalkan hal-hal yang menjadi ciri khas kaum gypsy. Mereka bersenda gurau, tertawa bersama, dan menghabiskan waktu dengan riang. Sang putri pun sangat senang, tetapi setiap kali matahari terbenam, ia harus kembali ke kastil atau ayahnya akan marah. Berkali-kali lelaki gypsy ingin mengantarnya pulang tetapi tidak diizinkan oleh sang putri. Sang putri bercerita kepada ibunya, sang ratu, tentang lelaki gypsy ini, tetapi tidak kepada ayahnya. Sang ratu sangat penasaran, karena ia sendiri belum pernah bertemu dengan kaum gypsy.

Hingga suatu hari sang putri dengan sangat gembira datang ke perkemahan lelaki gypsy itu dan berkata bahwa ayahnya sedang tidak di kastil. Ia pun mengajak lelaki gypsy itu untuk datang ke kastilnya untuk bertemu dengan ibunya. Dan lelaki gypsy berjanji untuk datang ketika matahari sudah setinggi ujung tombak dilihat ke arah Barat. Ia pun menepati janjinya. Mereka pun makan malam bersama di kastil. Sang putri dan lelaki gypsy terus bersenda gurau dan tertawa, tetapi ratu tidak mengerti satu pun hal yang mereka ucapkan, karena mereka berbicara sangat cepat.

Keesokan harinya ketika sang raja pulang ke kastil, sang ratu bercerita tentang bagaimana anak mereka sangat akrab dan bahagia bersama lelaki gypsy ini. Sang raja murka, bukan karena anaknya berkenalan dengan kaum gypsy, tetapi karena menjalin hubungan yang istimewa dengan salah satu dari mereka. Sang raja ingin agar anaknya dekat dengan seorang pangeran dari golongan bangsawan, bukan lelaki dari kaum gypsy. Sang putri pun sedih mendengar ini. Ia mencoba menyembunyikan hal ini dari lelaki gypsy. Hari demi hari, mereka menjadi jarang bersenda gurau. Sang putri pun menjadi jarang keluar kastil untuk berkuda agar ayahnya tidak marah. Dan lelaki gypsy pun menjadi bingung, ia bertanya tetapi tak pernah dijawab.

Suatu ketika sang putri diam-diam berkuda untuk menemui lelaki gypsy, tetapi ia dibuntuti oleh sang raja. Ketika mereka bertemu, sang raja pun menampakan dirinya dan memarahi sang putri. Sang raja kemudian mengusir gerombolan gypsy tersebut dari hutan wilayah kerajaannya. Sang putri menangis sangat keras, dan lelaki gypsy ini pun tak bisa berbuat apa-apa. Kaum gypsy memiliki ciri khas untuk berpindah tempat tinggal, dan lelaki gypsy memiliki rencana untuk mengajak sang putri lari dari kerajaan bersama dirinya dan ikut dalam gerombolan gypsy. Tapi ia tahu bahwa itu tindakan yang tidak benar. Kemudian lelaki gypsy merelakan sang putri untuk dibawa kembali ke kastil bersama ayahnya.

Keesokan harinya, sesaat sebelum gerombolan gypsy meninggalkan hutan, lelaki gypsy menerbangkan burung hantu kesayangannya ke kastil untuk memberikan surat kepada sang putri. Ketika burung hantu itu sampai di menara tertinggi kastil, tempat kamar sang putri, sang putri membaca surat dari lelaki gypsy yang mengatakan bahwa burung hantu ini diberikan kepada sang putri agar sang putri dan lelaki gypsy tetap bisa berkomunikasi karena burung hantu ini tahu kemanapun lelaki gypsy pergi. Sang putri pun sangat senang kendati dirinya dipenjara dalam kastil.

Hari demi hari mereka terus saling surat-menyurat. Lelaki gypsy selalu berpindah tempat dan dalam suratnya, ia selalu menuliskan keindahan tempat yang ia diami dan berkata ingin sang putri berada di sisinya untuk menikmati keindahan ini bersama dengan dirinya. Hingga suatu ketika lelaki gypsy menyadari sesuatu, ia tidak bisa terus menerus seperti ini. Ia hanya akan menyakiti sang putri jika terus seperti ini. Bukan kesedihan yang meliputi lelaki gypsy, melainkan ia menyayangkan sang putri yang tak akan pernah melihat indahnya dunia bersama dirinya.

23/12/11

Ibu

Aku ingin ibu disini, disisiku, di kota yang ramah dan lembut ini.

"Bangun nak, matahari sudah terbit. Jalankan amanah yang telah dititipkan kepadamu,"

Semua lelaki di dunia ini memiliki setidaknya dua orang wanita yang penting di hidupnya. Yang menjaga hatinya dan membesarkan hatinya. Ibu terkadang bisa merangkap keduanya.

Maaf bu, 2011 aku tak akan pulang. Januari aku berjanji berada di pelukmu.

12/12/11

Jubah Dewa Kematian

Katakan, apa yang akan kau lakukan jika kau tahu aku ini adalah dewa kematianmu?
Kalimat, kata, atau huruf apa yang akan keluar dari mulut manismu itu, sayangku?
Apa kau akan memakiku, atau kau akan menciumku dengan mesra?

Ketahuilah, aku datang untuk mengambil jiwamu.
Aku datang untuk mengambil mimpi-mimpimu.

Katakan, apa kau akan masih memujaku jika kau tahu aku ini adalah malaikat pencabut nyawamu?
Takutlah kepadaku, manisku.
Karena hidupmu tak akan pernah sama lagi semenjak kau memutuskan untuk mengenalku.

Tahukah kamu siapa aku?
Aku adalah cinta yang kau puja.

28/11/11

Hey, Kau!

Hey, kau!
Aku tahu kau belum tertidur.
Aku tahu kau masih memikirkanku.
Sebut aku over-confidence, sebut aku besar kepala, tapi benar kan?
Benar kan kau belum tertidur karena aku?

Hey, kau!
Apakah matamu masih bersinar seperti pertama kali kita bertemu?
Ya, melewati kacamatamu yang cantik itu.
Masihkah kau tersenyum riang seperti bunga-bunga di musim semi?

Hey, kau!
Tidurlah.
Malam sudah larut dan akan semakin larut.
Selamat bermimpi dan semoga kita dapat bertemu.

22/11/11

Egois

Beberapa hari ini aku merasa sangat egois, entah kenapa. Aku merasa seperti ingin memiliki segalanya sendiri. Serakah? Mungkin. Tapi sepertinya kata-kata egois lebih pas untukku. Aku seperti sedang memiliki kekuatan super yang memungkinkan diriku mendapatkan apapun yang aku ingin dapatkan dan dapat melakukan apa yang ingin aku lakukan.

Bermain futsal merupakan ajang bagiku untuk menjadi sangat egois. Seringkali aku mendapat teriakan, suruhan, untuk mengoper bola. Aku ingin, sungguh, ingin melakukan operan. Tapi entah kenapa rasanya aku bisa membawa bola hingga ke ujung lapangan, menggocek lawan, tapi hanya untuk membawanya ke depan gawang. Tidak, aku tidak ingin melakukan tembakan. Aku hanya ingin membawa bola ke depan gawang.

Wanita pendampingku juga menjadi korban selanjutnya, ah, kenapa? Aku tak ingin dia dekat atau hanya sekedar berbicara dengan yang lain, baik pria maupun wanita. Aku akui aku sering cemburu, tapi mungkin sekali lagi, egois adalah kata yang tepat. Ya, aku ingin memilikinya seutuhnya, hanya aku.

Aku sungguh egois, aku merasakannya. Aku ingin memiliki segalanya. Jika bisa mungkin aku ingin memakan dagingku sendiri sehingga tak ada yang bisa menyentuhku. Aku ingin menjadi superior, tak terkalahkan, sombong, dan egois. Ah, sudah sangat jahat diri ini. Apa mungkin karena aku terlalu banyak kecewa? Terlalu baik memandang dunia, terlalu percaya bahwa orang baik itu ada, dan percaya bahwa aku terlahir sebagai orang baik-baik? Siapa yang tahu?